Jumat, 11 Februari 2011

Wanita Penghuni Surga Itu…

 Wanita Penghuni Surga Itu…

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,

“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.
Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.
Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.
Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”
Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.
Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.
Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???
Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”
Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.
Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)
Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.
Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.
Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?
Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.

Kamis, 10 Februari 2011

nasihat islam

I LuV IsLaM


JAGA 7 SUNNAH RASULULLAH S.A.W





"Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Kerana, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

Pertama: tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Kedua: membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Ketiga: jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Keempat: jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.

Kelima: jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Keenam: jaga wudhu terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah".

Ketujuh: amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh kerana itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.

~ Ya AllaH...aku telah jatuh cinta ~


Teori Evolusi Cinta



www.iluvislam.com
by: Ustaz Hasrizal bin Jamil
editor: ibnulatef


“Korang ni asyik bergayut telefon sampai jauh-jauh malam, tak fikir ke yang benda ni salah?” tanya Siti kepada rakan sebiliknya.

“Kami bincang bab persatuanlah. Jangan buruk sangka. Ini benda basic dalam agama. Takkan itu pun nko tak tahu?” balas Nur.

Keras bunyinya.

Terganggu dengan teguran Siti itu barangkali.

“Alaaa, kita orang study je. Bukan ada buat apa pun. Come on la wei!” Zul berasap telinga. Bengang ditegur Farhan.

“Kalau tak boleh macam ni, habis yang orang kat Mekah tu bercampur aduk keliling Kaabah, nko ingat masa tu orang tak ada nafsu ke? Kenapa di situ boleh, tapi kat sini banyak pula songel kau?” bentak Bob yang amat berbulu mendengar tazkirah Halim.

Manusia bijak membuat justifikasi. Pemikiran kreatif seorang manusia, bijak sekali mencari ruang-ruang di celah hukum untuk mengharuskan perlakuan mereka.


KEBIJAKAN’ BANI ISRAEL DAN TANGKAPAN IKAN SABTU


Seperti gelagat Bani Israel yang diharamkan bekerja menangkap ikan pada hari Sabtu. Tujuannya ialah supaya hari itu didedikasikan sepenuhnya kepada ibadah khusus mereka kepada Allah.

Namun kaum yang bijak ini, pantas bermain helah.

Kreativiti minda mereka digunakan untuk memasang perangkap dan jaring supaya ikan-ikan itu tersangkut dengan sendiri tanpa mereka sendiri melakukannya dengan tangan. Justeru bolehlah dihujahkan dengan bijak kepada Allah bahawa mereka tidak menangkap ikan, sebaliknya ikan itu yang tertangkap sendiri, dan halal benarlah perbuatan itu bagi mereka.

“Salah ikan, bukan salah kami!” barangkali begitulah helah mereka.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’aala:


“”Dan tanyakanlah kepada mereka (wahai Muhammad) mengenai (penduduk) bandar yang letaknya di tepi laut, semasa mereka melanggar larangan pada hari Sabtu, ketika datang kepada mereka pada hari Sabtu itu ikan-ikan (yang menjadi cubaan kepada) mereka, yang kelihatan timbul di muka air; sedang pada hari-hari lain, ikan-ikan itu tidak pula datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka (dengan cubaan itu) kerana mereka sentiasa berlaku fasik lagi durhaka” [al-A'araaf 7: 163]



Mereka membelok hujah ke sana sini untuk menyedapkan hati sendiri. Apabila akal fikiran yang dikurniakan Allah digunakan untuk menipu Allah, turunlah darjat manusia kepada kerendahan yang hina. Akal dikurniakan Allah kepada manusia agar dengan akal itu manusia tunduk mentaati-Nya, bukan berputar belit mencipta alasan menipu Dia. Akal yang digunakan untuk menipu Tuhan, adalah sebuah kehinaan terhadap kejadian manusia.

“Asfala saafileen,” kata al-Quran.

Justeru mereka beralih kejadian, dihukum Allah menjadi makhluk yang lebih sepadan dengan kerendahan itu:



“Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui (bagaimana buruknya akibat) orang-orang di antara kamu yang melanggar (larangan) pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina!” [al-Baqarah 2: 65]



Inilah TEORI EVOLUSI CINTA. Bermula dengan sebaik-baik kejadian, mereka bermain cinta murahan beralaskan akal dan hujah-hujahnya. Dengan cinta sehina itu, manusia beransur-ansur turun sifat kemanusiaannya. Hilang malu yang menjadi benteng iman. Akhirnya menjadi kera.

Kera itulah barangkali yang terkinjal-kinjal dilamun cinta monyet terkena sumpahan Allah ke atas kaum yang mensesiakan akal kurniaan Tuhan untuk menipu Tuhan.



BATAS PERGAULAN



Lupakah kita kepada sebab musabab mengapa Allah Subhanahu wa Ta’aala mengajar agar dalam pergaulan ini biar ada batasan? Ayuh kita pulang sejenak kepada firman-Nya:



“Dan apabila kamu meminta sesuatu yang harus diminta dari mereka maka mintalah kepada mereka dari sebalik hijab. Cara yang demikian lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka” [al-Ahzaab 33: 53]


Kalimah mataa’an itu mencakupi urusan-urusan persatuan, pembelajaran, mesyuarat, hal ehwal pejabat dan segala muamalat seharian kita. Allah Subhanahu wa Ta’aala memerintahkan kepada lelaki dan perempuan, tatkala berurusan dengan hal ehwal seperti ini, laksanakanlah ia dengan perantaraan HIJAB.

Hijab itu tafsirannya luas.

Sama ada hijab itu merujuk kepada pengertian asalnya yang bererti tabir penutup, atau kepada konsep yang lebih luas mengenainya, hijab itu membawa pengertian batas-batas yang menghadkan pergaulan kita. Hijab yang membataskan tingkah laku, hijab yang membataskan pandangan dan pengamatan, hijab yang membataskan pendengaran, bahawa di antara lelaki dan perempuan itu, kehendak-kehendak Allah menjadi pagar antara keduanya.


Apakah tujuannya semua itu?

Inilah yang gagal difahami oleh kaum yang bijak pandai ini. Mereka berdolak dalih tentang alasan-alasan sosial serta maslahah awam, serta tidak segan silu mencari pula hujah-hujah yang berkonotasi agama untuk menolak keperluan batas-batas ini.

“Nko tak baca ke apa yang dia hantar dalam sms ini? Dia hantar hadith, ko tahu tak? Bukannya lirik lagu Anuar Zain!” tegas seorang ‘ukhti’.

Beliau sedang ‘mencanak naik iman’ selepas menerima sms pada jam 5 pagi tentang fadhilat Qiyamullail dari jejaka seperjuangannya. Namun akhirnya segala itu hanyalah sebuah kedunguan. Berlakon bijak bermain-main dengan Tuhan.

Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta’aala memerintahkan kita menjaga batas ini, adalah untuk mengawal sesuatu yang manusia lemah terhadapnya.

Iaitulah soal HATI!

“Cara yang demikian lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka”

Ya, siapakah yang lebih kenal akan soal hati selain Dia?

Dia yang menggelarkan hati kita sebagai QALB, iaitu sesuatu yang berbolak balik terlentang terlangkup dengan begitu mudah di sepanjang perjalanan hidup ini. Sesungguhnya dengan segala unsur bijak yang ada di minda, kita terlupa bahawa Allah mahu menyelamatkan kesucian HATI, yang tidak mampu ditanggung logik. Akal kita dengan ilmu di puncak menara gading mana sekali pun, tidaklah kuat untuk mengawal hati. Akal itu menteri, rajanya adalah hati. Sering sahaja raja yang berkuasa itu berpaling tadah dari akal kepada NAFSU.

Mulut kalian tidak menyebut.

Tetapi Allah mendengar debar rasa di sebalik pergaulan itu.

Tubuh kamu tidak menampakkan calar.

Tetapi Allah melihat kesan-kesan luka panahan Iblis yang menembus daging dan tulang temulang jati dirimu.

Jika soal halal dan haram itu terlalu banyak liku-likunya, pertimbangkanlah soal kesucian hatimu.

Wahai anak-anak muda yang kemaruk cinta, sama ada cinta itu versi YOU and I atau versi ANA wa ANTI, bertaqwalah kalian kepada Allah. Jangan nanti disumpah Allah cinta itu menjadi cinta kera, kaum yang dihina Allah kerana terlalu bijak cuba melicik Dia.

Kamu BIJAK SINI, tetapi Allah itu BIJAK SANA. Maha Bijaksana!

Allah memerintahkan kamu bercinta secara MANUSIA berpaksikan TAQWA, namun sengaja segelintir kamu mengundang sumpahan cinta KERA berbungakan DOSA.
Tersungkurlah kamu penuh kehinaan di lembah teori evolusi cinta.



Inspirasi mujahidah


Empayar Iblis Raya



www.iluvislam.com
Ishqu Qalbi
Editor :SerikandiUmar_rosnza


Aku berlindung dengan Allah dari syaitan yang direjam. Iblis Azazil nekad untuk menjadi penderhaka, lalu dia meminta supaya Allah s.w.t. panjangkan umurnya hingga ke hari kiamat iaitu selagi wujudnya manusia.

Dia (Iblis) berkata(Al-Israk:62):

“Terangkan kepadaku inikah orang yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, nescaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.” Permintaannya diperkenankan. Allah s.w.t. murka kepada syaitan laknatullah di atas sifatnya yang sombong, degil dan dengki.

Firman Allah: “Pergilah, siapa di antara mereka yang mengikuti kamu maka sesungguhnya neraka jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.” Lalu Iblis Azazil dihalau dari syurga.

Allah berfirman (Shaad:77-78):

“Kalau demikian, keluarlah engkau dari syurga, kerana sesungguhnya engkau adalah makhluk yang direjam. Dan sesungguhnya engkau ditimpa laknat-Ku terus menerus hingga ke hari kiamat.

Alam syaitan yang ghaib itu berpusat di empayar Iblis. Iblis laknatullah mengetuai kerajaannya selaku maharaja hingga ke hari kiamat. Ianya tiada pilihanraya di mana ada syaitan yang mencabar kerusinya. Iblis duduk di singgahsana memberi arahan dan terima laporan daripada syaitan yang berkhidmat untuknya, persis seorang presiden sebuah negara. Iblis mempunyai barisan menteri kanan yang setiap satunya mempunyai kerajaan tersendiri yang bernaung di bawah empayar Iblis.

Lima menteri kanan itu terdiri daripada anak-anaknya sendiri. Mari kita mengenali menteri-menteri ini:

1. Dasim

Malaun ini dikatakan anak emas Iblis laknatullah. Kenapa? Dasim serta seluruh rakyat kerajaannya berperanan memutuskan ikatan perkahwinan. Iblis sangat benci, berang dan dengki setiap kali ijab kabul dilafazkan. Si laknat ini tidak mengenal erti putus asa dalam menimbulkan rasa benci dan marah antara suami isteri. Apabila lafaz talak dijatuhkan, maka itulah kemuncak kegemilangan bagi kerajaan Dasim yang terkutuk.

2. Al-A’war


Membentuk dan memudahkan laluan zina dan keruntuhan moral ialah tugas kementerian si durjana ini. Gembiralah Iblis apabila zina berleluasa dan lahir anak-anak luar nikah, kerana itu petanda keturunan Adam pincang.

3. Maswath

Anak Iblis yang satunya ini merupakan pakar jurusan menipu. Dia dan pengikutnya sentiasa membisikkan fitnah, khabar angin dan penipuan sehingga tersebar luas dalam kelompok manusia. Permusuhan dan sangka buruk sesama manusia merupakan matlamat hidupnya.


4. Zalnabur

Si terkutuk ini pula dan kakitangannya berkeliaran menghasut manusia hingga tercetusnya caci-maki, pertengkaran dan pembunuhan. Pusat operasinya adalah di tempat-tempat tumpuan orang ramai, seperti di pasar atau shopping mall.


5. Tsaba

Geng syaitan ini memburu orang yang ditimpa musibah atau masalah. Mangsa banjir, mangsa tanah runtuh, mangsa rogol mahupun mereka yang kematian orang tersayang termasuk dalam senarai ‘most wanted’ Tsaba. Mempraktikkan strategi yang menimbulkan buruk sangka terhadap Allah, manusia yang terpedaya akan mengeluh atas takdir diri dan menyalahkan Allah s.w.t. atas semua yang terjadi.

Tidak ada yang terlepas dari gangguan syaitan kecuali mereka yang dilindungi Allah s.w.t. Sebenarnya sejak dilahirkan, setiap bayi ditemani seekor syaitan bernama ‘qarin’ (syaitan ini umpama ‘baby sitter’ berbanding syaitan-syaitan lain yang mempunyai tugas tersendiri). Hanya selepas nyawa terpisah dari badan, tugas ‘qarin’ dikira beres.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Tangisan bayi ketika kelahirannya (adalah akibat perbuatan jahat) dari syaitan.” (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah r.a.)

“Setiap anak Adam pasti akan ditusuk di bahagian tepi (badannya) dengan jari-jarinya (Iblis) ketika dilahirkan, melainkan Isa bin Maryam sahaja. Iblis telah cuba melakukan tusukan tetapi tusukannya telah terhalang”. (Riwayat Al-Bukhari daripada Abu Hurairah r.a.)

Tolonglah Wahai Wanita : Rayuan seorang lelaki

*** kisah aku dapat daripada laman web www.islam.com dulu aku pernah juga terbaca kisah seperti ini...sekarang aku terbaca pula...tak mustahil suatu hari nanti aku sendiri yang akan dengar rintihan daripada seorang lelaki untuk meminta supaya wanita ini menjaga aurat mereka dengan sebaik-baiknya seperti apa yang dianjurkan oleh Islam...jom..kite selam kisah ini...aku dapat dari laman web: www.zaharuddin.net

Kelmarin saya mendapat satu email dari yahoogroup saya. Ia merupakan rintihan seorang lelaki sudah berkahwin ( jika belum kahwin, mungkin lebih dahsyat cabarannya) yang masih mempunyai iman tetapi sedang diuji dengan begitu kritikal oleh suasana sekelilingnya, terutamanya oleh wanita.


Wahai para wanita, bantulah dirimu dan umat Islam yang ingin menjaga iman mereka. Janganlah menggoda atau termenggoda (tanpa sengaja) mereka dengan dosa-dosamu dan kecuaianmu terhadap hak Allah SWT. Moga kita semua terselamat.


Nabi Muhammad bersabda :


صِنْفَانِ من أَهْلِ النَّارِ لم أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بها الناس وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رؤوسهن كأسنة الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ ولا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ من مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ertinya : "Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: (1) Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); (2) Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian." (Riwayat Muslim)


Sebar luaskan nasihat ini, moga ia mampu sampai kepada wanita seksi yang tidak mahu membaca di web nasihat agama seperti ini.


fikrah muslimah

KECANTIKAN ABADI TERLETAK PADA KEELOKAN AKHLAK DAN KATINGGIAN ILMU,BUKAN TERLETAK PADA WAJAH DAN PAKAIANNYA
Wanita, Allah ciptakan kamu dgn satu keindahan yg cukup mempersonakan... jd jagalah setiap detik langkahmu dan adabmu...Wanita, kau diciptakan dari rusuk nabi adam... bukan di kepala utk dijunjung dan bukan di kaki utk dibuat alas... tp dekat dgn hati utk dikasihi dan disayangi...Namun hakikatnya, kita harus menyedari bahawa, mencari wanita solehah pd hari ini.. amat sukar
buat sahabiah, jagalah diri anda sebaiknye..andalah permata islam yg sangat berharga....buat muslimin plak, cubelah fahami seseorg akhowat itu kalau die cube menjaga batasan pergaulan sebaiknye.... pesanan buat diri ini juga yang serba kekurangan... segala teguran amat dialu-alukan...
Salam...Ape2 pun kte sbagai org Islam kna yakin dgn ape yg kte wat...Kna yakin ape yg kte wat selalu dilihatNYA...n tuntutlah ILMU sehingga sentiasa sbb smkin byk kte mnuntutmaka smkin kte taw betapa byknya kebodohan kte...

tetapi ingatlah...Sesungguhnya, yang lebih bijak antara kamu adalah yang lebih hikmahnya.Lihatlah, kamu menjalankan suatu hukum Allah dan meninggalkan yang lain. Sesungguhnya tuhan mu tidak suka kepada orang2 yang melampaui batas.Sesungguhnya pada muhammad itu adalah contoh tauladan yang baik.

Dimana cinta sejati?

Pengajaran dari pohon semalu

“Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w berjalan-jalan bersama puteri baginda, Saidatina Fatimah r.a. Setibanya mereka berdua dibawah sepohon tamar, Fatimah terpijak pohon semalu, kakinya berdarah lalu mengadu kesakitan. Fatimah mengatakan kepada bapanya apalah gunanya pohon semalu itu berada disitu dengan nada yang sedikit marah.
Rasulullah dengan tenang berkata kepada puterinya kesayangannya itu bahawasanya pohon semalu itu amat berkait rapat dengan wanita. Fatimah terkejut. Rasulullah menyambung kaya-katanya lagi.
Para wanita hendaklah mengambil pengajaran daripada pohon semalu ini dari empat aspek.

Pertama, pohon semalu akan mengucup apabila disentuh.Ini boleh diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai perasaan malu(pada tempatnya).
Kedua, semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya.Oleh itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan meruah sebagai seorang wanita muslim.
Ketiga, semalu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah mempunyai keterikatan yang sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin
Keempat, semalu akan kuncup dengan sendiri apabila senja menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke rumahmu apabila waktu semakin senja.

Tanda kasih sayang Allah pada wanita

Jika diberi pilihan sama ada ingin memilih antara dua buah jam, satunya dalam bekas kaca yang berbalut dengan kain baldu dan satu lagi terdedah yang tidak tertutup. Yang mana satu yang akan dipilih?

Pastinya akan memilih yang tertutup bukan?jika jam yang tidak tertutup tentunya banyak debu yang melekat.Yang telah dibelek-belek orang, hilang serinya. Malahan telah menjadi tontonan semua orang, hilang keunikannya. Harganya pastinya murah, tidak ada ‘class’.


Jika memilih jam yang tertutup dengan kain baldu,walaupun mahal tapi berbaloi. Yang mahal ini selalunya berkualiti,tertutup,dibungkus,dijaga rapi bukan hanya berlambak dalam rak di pasaran.


Begitulah juga seorang muslimah,mereka berusaha memilih pakaian menutup aurat yang paling sempurna mengikut kemampuan mereka. Sebagaimana unggulnya sebuah jam yang dibalut dengan kain baldu dan terpilihara dalam bekas kaca, begitulah unggulnya aurat wanita yang dijaga sedemikian rapi.


Kalau kita nakkan sesuatu yang mahal dan istimewa begitulah Allah nak suruh kita pelihara aurat agar nampak mahal dan istimewa. Kalau kita tak nak sesuatu yang tercemar oleh debu,begitulah Allah tak nak aurat kita tercemar oleh pandangan kejahatan. Apa yang penting, Allah menyuruh kita menutup aurat dengan sempurna kerna Allah sayangkan kita. Allah terlalu sayangkan kita.


Kalau barang yang kita milik kita , apa yang kita sayang dan hargai tentu kita jaganya sebaik mungkin malah membalutnya,menudung dan menyampul sekemas-kemasnya. Begitulah juga salah satu cara Allah nak tunjukkkan kasih sayangNya pada kita. Allah menghargai kaum Hawa dengan mensyariatkan perbatasan aurat.Dengan tabir diri, kita akan terpelihara cantik, unggul dan istimewa.


Ingatlah selalu bahawa kita menutup aurat bukan kerana manusia tapi semata-mata kerana Allah. Jangan biar kata-kata manusia menjadi penghalang untuk meneruskan syariat Allah. Jangan biar kata manusia menyebabkan kita lemah untuk berusaha menutup aurat sesempurna mungkin mengikut ijtihad yang kita yakini. Biarlah kita tidak mendapat pandangan manusia asal pandangan Yang Maha Penyayang kita miliki. Cukuplah pandanganNya.

karena dia manusia biasa

Email ini dipetik daripada seorang sahabat, dan saya forwardkan untuk manfaat kepada diri saya dan semua.

Semoga bermanfaat baik untuk yang melamar ataupun yang dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga. Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga. Mengapa? Kerana Dia Manusia Biasa.

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawappannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawapan kerana Allah hinggalah jawapan duniawi. Tapi ada satu jawapan yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap butir percakapannya. Jawapan dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti,dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi. Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.
Saya ingin tahu! Mengapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu(benar-benar sibuk). Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Saya mengambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap di rumahnya. Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual -hanya-berdua. Hiruk-pikuk persiapan akad nikah esok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal. Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetuk pintu, meminta kami tidur.
“Aku tak boleh tidur.” Dia memandang saya dengan wajah bersahaja.
Saya faham keadaanya ketika ini.
“Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur.”
“Ya.. ya.” Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar.
Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan. “Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih telefon bimbitnya dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD handphone dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping sampul kepada saya. Saya menerima handphone dari tangannya. Sampul putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ini?. Saya melihatnya tanpa mengerti.
Eeh…, dia malah ketawa geli hati.
“Buka aja.”
Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. “Teruknya dia ni.”
Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum.
Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya. Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu……..
************ ********* *******
Kepada …… Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya Assalamu’alaikum Wr Wb. Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. Saya, yang bernama_____menginginkan anda______ untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan. Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh kerana itu Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istikharah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini. Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawapan pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah redha dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin Wassalamu’alaikum Wr Wb
************ ********* *********
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.
“Kenapa kamu memilih dia…..?”
“Kerana dia manusia biasa…….” Dia menjawab mantap.
“Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justeru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku..”
“Maksudnya?”
“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu esok masih ada dan menjadi milik kita. Betul tak? Paling tidak…. Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin. ”
Ssttt…..”Saya menutup mulutnya.
Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.
“Udah tidur. Esok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama.”
Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.
“Gik…..?” “Tidur…..Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya.
Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik jelita esok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini. Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiaannya.
Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak roh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, takhta dan ‘nama’. Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap hamba-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya boleh memohon keredhaan Allah. MemintaNYA mengurniakan barakah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Jadi, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir,lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.